 |
Mukjizat Nabi Musa As |
Nabi Musa
termasuk satu dari 100 tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah
menurut versi Michael Hart. Dalam pandangan Islam Musa AS adalah satu
dari 25 rasul Alloh yang di utus untuk membimbing umat manusia ke jalan
Allah. Nabi Musa berasal dari kaum Bani Israel keturunan keluarga Imran
dan silsilahnya berasal dari Nabi Ya’qub, Nabi Ishaq,Nabi Ibrahim AS dan
Nabi Nuh AS. Beliau juga salah satu rasul Alloh yang diberi amanah
untuk mengajarkan kitab Alloh yaitu Taurat. Selain Musa AS, Kitab Alloh
yang lain diturunkan Nabi Isa (kitab Injil), Nabi Daud (kitab Zabur),
dan kitab Alqur’an (Nabi Muhammad SAW). Keistimewaan nabi Musa juga
terlihat dari beberapa mukzizat yang diterimanya sebagai satu bukti
kekuasaan Alloh untuk menyadarkan umat Bani Israel dari kekufuran.
Mukzizat tersebut antara lain: Tongkat
nabi Musa dapat berubah menjadi ular besar untuk mengalahkan ahli sihir
Fir’aun (Ramses II), Musa AS juga mampu membelah laut merah ketika si
kejar-kejar Fir’aun. Nabi Musa AS adalah anak Imran dan Yukabad binti
Qahat. Beliau bersaudara dengan Nabi Harun, lahir di Mesir pada
pemerintahan Fir’aun Maneftah yang memiliki julukan Ramses Akbar.
 |
Makam Nabi Musa |
Saat baru dilahirkan, sang ibu dengan erpaksa
menghanyutkan Nabi Musa AS ke sungai Nil akibat ancaman Ramses Akbar
yang akan membunuh semua bayi laki-laki yang lahir pada masa
pemerintahannya. Perintah ini di dasarkan ramalan ahli nujum Ramses
Akbar yang menafsirkan arti dari mimpi Ramses Akbar bahwa akan datang
seorang laki-laki yang akan menghancurkan kekuasaannya. Namun karena
kekuasaan Alloh bayi Nabi Musa AS justru ditemukan Aisyah (istri Ramses
Akbar) ketika sedang berada di Sungai Nil. Aisyah kemudian meminta
suaminya agar bayi tersebut dirawat dan dijadikan anak mereka. Kebetulan
saat itu Ramses Akbar belum memiliki anak. Atas desakan istrinya
akhirnya Bayi Nabi Musa AS di rawat Ramses Akbar bersama istrinya di
Istana kerajaan. Dalam masa pengasuhan Aisyah, bayi Nabi Musa AS selalu
menangis dan tidak mau disusui oleh siapapun. Akhirnya ibu kandung Nabi
Musa mengajukan diri ke istana Fir’aun untuk menyusuinya sehingga Musa
AS dapat bertemu ibu kandungnya kembali.
 |
Rute Eksodus Nabi Musa dan Pengikutnya |
Sejak kecil Nabi Musa AS sudah menunjukkan pembangkangan
terhadap Fir’aun (Ramses Akbar). Musa AS pernah menarik jenggot Fir’aun
hingga menimbulkan amarah. Ketika remaja Musa pernah melempar seorang
bani Israel dengan batu hingga meninggal ketika melerai perkelahian.
Pelemparan tersebut dilakukan tanpa niat untuk membunuh. Akibatnya
Fir’aun memerintahkan agar Nabi musa AS ditangkap, sehingga dengan
terpaksa beliau melarikan diri dari Mesir hingga sampai di kota
Madyan,yaitu kota Nabi Syu'aib sebelah timur Semenanjung Sinai. Musa AS
kemudian berlindung dan tinggal bersama Nabi Syuaib beserta keluarganya
hingga akhirnya menikah dengan putri Nabi Syuaib bernama Shafura.
Mereka memiliki anak berjumlah 4 orang, yaitu Alozar, Fakhkakh, Mitha,
Yasin, Ilyas.
 |
Mumi Ramses II |
Setelah menikah, Musa dan istrinya kemudian kembali ke
Mesir. Dalam perjalanan pulang ke Mesir, Musa dan isterinya tiba di
Bukit Sinai. Dari jauh, beliau terlihat api, dan berusaha mendapatkannya
untuk dijadikan obor dalam perjalanan mereka. Beliau kemudian mendekati
api tersebut, yang ternyata menyala di sebatang pohon, tetapi pohon
tersebut tidak terbakar. Saat itu, Musa mendapatkan wahyu (perintah
Alloh) untuk mengajarkan tauhid dan beberapa mukzizat sebagai alat untuk
menunjukkan keesaan, kebesaran dan kekuasaan Alloh. Sesampainya di
Mesir, semua ahli sihir Firaun dikalahkan dengan mukjizat yang
diterimanya. Akhirnya Musa mulai mendapat pengikut yang sebagian besar
ahli sihir dan termasuk ibu tirinya. Mendengar ahli sihir dan sebagian
pengikut Fir’aun beriman dengan ajaran Nabi Musa, Firaun murka, lalu
menghukum mereka yang mengikuti ajaran Musa. Istrinya sendiri kemudian
disiksa hingga meninggal dunia. Fir’aun kemudian memerintahkan
pasukannya untuk menangkap Musa dan pengikutnya.
 |
rute pelarian Nabi Musa As |
Nabi
Musa melarikan diri sehingga sampai di Laut Merah. Dengan mukjizat yang
dimilikinya, tongkat Musa dapat membelah laut merah sehingga terbukalah
jalan untuk menyeberang. Ketika sampai di seberang, tongkat dipukulkan
kembali ke laut sehingga Firaun dan pengikutnya yang mengejar di
belakang mereka semuanya mati tenggelam.Setelah keluar dari Mesir, Nabi
Musa bersama pengikutnya dari kalangan Bani Israel menuju ke Bukit Sina.
Di bukit ini beliau bermunajat dan meminta Alloh menunjukkan wujudnya.
Nabi diminta memandang bukit Sina, setelah memandang ternyata bukit
tersebut hancur luluh masuk di telan bumi. Musa AS tidak kuasa melihat
kebesaran Alloh dan seketika pingsan. Setelah sadar Musa
bertasbih,bertaubat dan memuji kebesaran Alloh,yang akhirnya menerima
wahyu kitab taurat yang berisi 10 perintah Alloh. Kesepuluh perintah
tersebut adalah(1) Akulah Tuhan, Allahmu. Jangan ada padamu tuhan lain
selain-Ku. (2) Jangan membuat
bagimu patung (sembahan) yang menyerupai apapun. (3) Jangan menyebut
nama Tuhan: Allahmu, dengan sembarangan. (4) Ingatlah dan kuduskanlah
hari Sabat. (5) Hormatilah ayahmu dan ibumu (6) Jangan membunuh (7)
Jangan berzinah. (8) Jangan mencuri. (9) Jangan mengucapkan saksi dusta
tentang sesamamu (10) Jangan mengingini milik sesamamu (Janganlah
mengingini istri, atau hamba laki-lakinya, atau hamba perempuannya, atau
lembunya, atau keledainya, atau hartanya, atau apapun yang dipunyai
sesamamu). Umat Nabi Musa bersifat keras kepala, hati mereka tertutup
oleh kekufuran, malah gemar melakukan perkara terlarang. Mereka mau
beriman jika sudah melihat Allah.

Padahal
Bani Israel sudah diberikan kenikmatan berlebih. Mereka dibebaskan
dari diktaktor Firaun, diberikan tempat yang subur, memiliki imam dan
pemimpin umat, memiliki pedoman hidup berupa kitab Taurat. Namun semua
nikmat tersebut diingkari, mereka tetap tidak mau menjalankan perintah
Alloh SWT. Alloh kemudian mengharamkan Bani Israel memasuki Palestina
selama 40 tahun dan mereka dikutuk berkeliaran di muka bumi tanpa tempat
yang jelas hingga semuanya musnah. Allah kemudian menurunkan generasi
baru di wilayah Palestina.
http://dunia-panas.blogspot.com/2010/04/mengapa-obama-melakukan-perjalanan-diam.html